Jumat Legi, Hari Istimewa: Khotmil Qur’an sebagai Tradisi Spiritualitas Sekolah

“Jumat Legi, Hari Istimewa: Khotmil Qur’an sebagai Tradisi Spiritualitas Sekolah”

Ponorogo, SMP Ma’arif 2 — Pada Jumat Legi, 9 Mei 2025, SMP Ma’arif 2 Ponorogo kembali menggelar kegiatan Khotmil Qur’an, yang telah menjadi tradisi penting bagi seluruh warga sekolah. Setiap Jumat Legi, kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tetapi juga bentuk penghormatan dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Sekolah ini secara konsisten membangun tradisi spiritual melalui pembacaan Al-Qur’an berjamaah, yang menjadi bagian dari pembiasaan nilai religius sejak dini.

Sejak pagi, para siswa dan guru memenuhi aula sekolah dengan membawa mushaf masing-masing. Guru agama memimpin pembacaan Al-Qur’an, dan siswa melanjutkan bacaan tersebut secara bergilir dengan penuh kekhusyukan. Suasana khidmat terasa di seluruh ruangan, dan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an memberi ketenangan bagi yang hadir.

Kepala sekolah, Bapak M. Amrul Yusro, S.Pd.I., membuka acara dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kewajiban, tetapi kesempatan untuk lebih mendalami dan mencintai Al-Qur’an.

“Kami ingin menjadikan Jumat Legi sebagai hari istimewa yang menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Ini bukan hanya sekadar membaca, tetapi menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Bapak Amrul.

Setelah pembacaan selesai, para peserta bersama-sama melafalkan doa Khotmil Qur’an dengan khusyuk. Guru agama kemudian memberikan tausiyah singkat yang berfokus pada pentingnya mengaplikasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti berakhlak baik, bersikap jujur, dan menjaga hubungan dengan sesama.

Banyak siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih termotivasi untuk membaca Al-Qur’an secara rutin setelah mengikuti kegiatan ini. Mereka menyadari bahwa Khotmil Qur’an bukan hanya acara seremonial, tetapi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas iman.

Kegiatan ini mempererat hubungan antarwarga sekolah, baik antara guru dan siswa, maupun antar-siswa itu sendiri. Para guru merasa bangga melihat semangat siswa yang antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka berkomitmen untuk terus mendampingi siswa dalam proses pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Dengan kegiatan ini, SMP Ma’arif 2 Ponorogo membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kuat. Khotmil Qur’an yang dilaksanakan setiap Jumat Legi kini telah menjadi bagian dari budaya sekolah, menginspirasi siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mereka.

Melalui tradisi ini, SMP Ma’arif 2 Ponorogo berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki dasar spiritual yang kokoh, yang akan membimbing mereka sepanjang hidup. Dengan pembinaan yang terus dilakukan, diharapkan generasi penerus ini akan menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Berita Terkait